Breaking News

Boydo Panjaitan: Ucapan Maruli Siahaan Lukai Tokoh Agama dan Gereja

Mdnpedia.com – “Saya miris dengan keribuatan ini, sepertinya ada pihak lain yang menunggangi ini (Aksi Tutup TPL),” ucap Politisi Golkar, Maruli Siahaan, dalam rekaman yang disiarkan situs resmi DPR RI tanggal 26 November 2025.

Ucapan ini langsung menjadi sorotan publik karena melukai perjuangan tokoh agama dan Gereja.

Ketua GAMKI Medan, Boydo Panjaitan, menuntut permohonan maaf dari Maruli Siahaan agar suasana kemabali kondusif.

“Yang melakukan demo adalah hamba Tuhan. Gereja-gereja. Emang siapa yang tunggangi Ephorus dan Pastur?” ucapnya kepada Medan Pedia, 10 Desember 2025.

Boydo Panjaitan menyesalkan sikap Maruli Siahaan terlebih dia berstatus jemaat HKBP.

“Saya sedih Ephorus dijelekan. Sebagai jemaat yang baik seharusnya Pak Maruli komunikasi dulu dengan Ephorus. Pernyataan Pak Maruli sudah membuat citranya tidak baik,” tambahnya.

Berebeda dengan Maruli Siahaan, anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, menyebut jika TPL dan masyarakat sudah sangat lama berkonflik bahkan saat masih bernama Indorayon.

Mafirion mengkalim memiliki bukti jika operasional TPL turut merusak lingkungan.

“Saya tahun 1992 sudah menulis soal Indorayon,” sebutnya, saat itu berstatus wartawan Kompas.

Konflik masyarakat dengan TPL adalah persoalan tanah dan lingkungan yang bertahun-tahun tidak kunjung tuntas.

“Presiden Habibie dan GusDur pernah hentikan operasional (TPL). Kalian gak capek konflik berkepanjangan?” ucap Mafirion.

Mafirion menyarankan TPL mencari solusi agar bisa hidup berdampingan dengan warga daripada izin dicabut karena gejolak kemarahan warga.

Sekadar informasi, Aksi Tutup TPL diikuti 10 ribu orang di depan Kantor Gubernur Sumut pada tanggal 10 November 2025.

Selain tokoh agama dan Gereja, aksi ini juga diikuti berbagai ormas mulai dari GAMKI, GMKI, GMNI, Pemuda Katolik dan lainnya. (MP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *