MdnPedia.com – Bulog Medan akan mengendalikan pendistribusian Minyakita pada Januari 2026. Kebijakan ini menambah tugas stabilisasi harga kebutuhan pokok setelah beras.
Kepala Bulog Cabang Medan, Rafki Ismael, menjelaskan skema distribusi Minyakita yang dilakukan pemerintah akan mengurangi rantai distributor ke pengecer yang kerap ‘mempermainkan’ harga.
Nantinya Minyakita dari produsen akan langsung didistribusikan ke pedagang di pasar, Rumah Pangan Kita (RPK) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“(Pendistribusian) Tidak melalui agen sehingga harga Minyakita akan semakin murah. Ini sesuai Permendag No.43,” ucap Rafki Ismael melalui sambungan WhatsApp, 5 Januari 2025.
Disinggung jadwal pasti pelaksanaan, Rafki masih menunggu produk tiba di gudang Bulog.
“Belum dikirim produsen. Setelah kami terima (Minyakita) langsung kami distribusi ke pengecer,” tuturnya.
Rafki menegaskan jika skema pendistribusian Minyakita melalui Bulog hanya 35 persen dari Domestic Market Obligation (DMO) sementara sisanya masih menggunakan skema lama (melalui distributor swasta).
Ditelusuri Medan Pedia di Pasar Sei Sikambing tidak semua pedagang menjual Minyakita.
Pedagang bernama Agus mengatakan jika Minyakita sudah langka sejak November 2025, harganya bahkan jauh di atas HET.
“Harga jual Rp 17.000 per liter, padahal HET Rp 15.700. Uda mahal, barangnya pun susah didapat,” tutupnya. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna