Breaking News

Logo ‘Banteng PDIP’ Pernah Diusulkan Jadi Bendera Indonesia

Mdnpedia.com Hari ini, 10 Januari 2026, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berusia 53 Tahun.

Terbentuk dari hasil fusi Orde Baru pada 10 Januari 1973: Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Sejarah Banteng di logo PDI Perjuangan?

Ir Soekarno terinspirasi dari lambang Perhimpunan Indonesia (PI).

Komunitas yang berdiri di Belanda pada tahun 1908.

PI berlambang Merah Putih dengan Kepala Kerbau, lalu diadopsi Soekarno menjadi Kepala Banteng di logo Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pada tanggal 4 Juli 1927.

Kepala Kerbau diubah menjadi Banteng karena dianggap terlalu lunak melawan imperialisme dan kolonialisme Belanda.

PNI mengadopsi lambang Perhimpunan Indonesia karena beberapa pendirinya mantan anggota Perhimpunan Indonesia.

Sebenarnya lambang Banteng telah digunakan organisasi Pemuda Indonesia yang berdiri di Bandung pada 20 Februari 1927. Namun PNI menjadi yang paling eksis menggunakan logo tersebut.

Selanjutnya, partai-partai yang berhaluan nasionalis dan mengeklaim sebagai ahli waris PNI kemudian banyak menggunakan Banteng (kepala atau badan) sebagai lambang partai dengan bingkai berbeda.

Kepala Banteng bahkan saat itu sempat diusulkan menjadi bagian dari bendera nasional dalam Kongers Rakyat Indonesia 1939.

Sejarawan McTurnan Kahin dalam Nasionalisme dan Revolusi Indonesia mencatat, banyak peserta kongres mengusulkan untuk memasukkan gambar kepala Banteng ke bendera Merah Putih.

Sempat diwarnai perdebatan, kongres kemudian menetapkan bendara nasional adalah Merah Putih tanpa kepala banteng. (MP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *