Breaking News

Sejarah Santa Claus, Tokoh Asal Turki yang Hidup Ratusan Tahun Lalu

Mdnpedia.com – Santa Claus merupakan sosok ikonik yang identik dengan perayaan Natal di berbagai belahan dunia.

Namun, di balik figur pria tua berjanggut putih dengan pakaian merah ini, terdapat sejarah panjang yang berawal dari tokoh nyata ratusan tahun lalu.

Sejarah Santa Claus bermula pada abad ke-4 Masehi, tepatnya sekitar tahun 270–343 M, di wilayah Myra, yang kini dikenal sebagai Demre, Turki.

Tokoh yang menjadi cikal bakal Santa adalah Santo Nikolas (Saint Nicholas), seorang uskup Kristen yang dikenal karena kebaikan hati, kemurahan, dan kepeduliannya terhadap orang miskin serta anak-anak.

Santo Nikolas terkenal karena kebiasaannya memberikan hadiah secara diam-diam.

Salah satu kisah paling populer menyebutkan bahwa ia membantu tiga anak perempuan miskin dengan melemparkan kantong emas ke dalam rumah mereka pada malam hari, agar mereka bisa menikah dan memiliki masa depan yang layak.

Tindakan inilah yang kemudian melahirkan tradisi memberi hadiah.

Pada abad pertengahan, kisah Santo Nikolas menyebar luas ke seluruh Eropa, terutama di Belanda.

Di sana, ia dikenal dengan nama Sinterklaas. Ketika bangsa Belanda bermigrasi ke Amerika pada abad ke-17, tradisi Sinterklaas ikut terbawa dan lambat laun berubah penyebutan menjadi Santa Claus.

Bentuk Santa modern mulai terbentuk pada abad ke-19 di Amerika Serikat.

Puisi terkenal berjudul “A Visit from St. Nicholas” yang terbit pada tahun 1823 menggambarkan Santa sebagai sosok ceria yang datang dengan kereta luncur ditarik rusa.

Kemudian, pada tahun 1930-an, ilustrasi Santa Claus dengan pakaian merah, ikat pinggang hitam, dan wajah ramah semakin dipopulerkan melalui berbagai media, termasuk iklan.

Hingga kini, Santa Claus menjadi simbol kegembiraan, berbagi, dan semangat Natal, meski telah berkembang jauh dari sosok Santo Nikolas yang hidup lebih dari 1.600 tahun lalu.

Hubungan dengan Coca-Cola

Santa memiliki hubungan erat dengan Coca-Cola, tetapi Coca-Cola bukan pencipta Santa Claus.

Hubungan ini lebih tepat disebut sebagai pemopuleran citra Santa modern.

Santa sudah dikenal jauh sebelum Coca-Cola berdiri. Namun, citra Santa Claus seperti yang kita kenal sekarang—berbaju merah, bertubuh gemuk, ceria, berjanggut putih—menjadi sangat populer berkat Coca-Cola pada abad ke-20.

Pada tahun 1931, perusahaan minuman Coca-Cola meluncurkan kampanye iklan Natal besar-besaran di Amerika Serikat. Mereka menunjuk ilustrator bernama Haddon Sundblom untuk menggambarkan Santa dalam iklan Coca-Cola.

Dalam ilustrasi tersebut, Santa Claus digambarkan sebagai:

  1. Pria tua bertubuh gemuk
  2. Wajah ramah dan tersenyum
  3. Berjanggut dan berambut putih
  4. Mengenakan pakaian merah dengan aksen putih
  5. Membawa hadiah dan minum Coca-Cola

Ilustrasi ini dipublikasikan secara luas melalui poster, majalah, dan papan iklan, sehingga menyebar ke seluruh dunia. (MP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *