Medan Pedia – Suasana hangat penuh tawa dan nostalgia menyelimuti sebuah sudut di Restoran Ria pada Rabu, 13 Mei 2026. Setelah lama direncanakan, Ketua MPKW Sumut-Aceh, RE Nainggolan akhirnya bertemu langsung dengan sahabat lamanya, Tongariodjo Angkasa atau yang akrab disapa Pak Atong.
Pertemuan itu bukan sekadar makan malam biasa.
Ada cerita panjang persahabatan, kepedulian, dan rasa hormat terhadap para guru sekolah Kristen yang selama ini mengabdi dalam keterbatasan.
Sesekali terdengar gelak tawa, tersimpan kisah haru tentang ribuan guru.
RE Nainggolan menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan tali kasih yang diberikan Pak Atong pada perayaan Natal 2025 lalu.
Baginya, bantuan itu jauh melampaui nilai materi.
“Bantuan Pak Atong menjadi hujan berkat bagi para guru. Hingga hari ini masih ada guru yang hanya menerima gaji Rp500 ribu per bulan. Namun mereka tetap setia mendidik, bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga iman,” ujar RE Nainggolan dengan nada penuh haru.
Program bantuan itu menjangkau berbagai daerah di Sumatera Utara hingga Kepulauan Nias, mulai dari Medan, Pematangsiantar, Tarutung, Sibolga hingga Gunungsitoli.
Banyak guru disebut terharu saat menerima tali kasih tersebut, bahkan beberapa di antaranya meneteskan air mata karena untuk pertama kalinya merasakan perhatian secara langsung.
Dari sekitar 7.000 guru sekolah Kristen di wilayah Sumut-Aceh, hampir 4.000 guru telah menerima dukungan pada penghujung tahun 2025.
Meski belum seluruhnya tersentuh, MPKW berharap gerakan kepedulian itu dapat terus berlanjut dan menjadi penyemangat bagi para pendidik di daerah-daerah.
Bagi Tongariodjo Angkasa, aksi sosial yang dilakukan melalui Yayasan Thongs Berkah Mulia Abadi bukanlah sekadar kegiatan amal.
Pengusaha yang dikenal luas di Sumatera Utara itu mengaku memiliki kekaguman tersendiri terhadap dedikasi para guru.
Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah membeda-bedakan dalam membantu masyarakat.
“Beliau orang baik dan bersih, selalu berpikir bagaimana membantu orang banyak,” kata Pak Atong saat menceritakan persahabatannya dengan RE Nainggolan yang telah terjalin cukup lama.
Pendiri Taman Alam Lumbini itu juga berharap program-program MPKW dapat terus berjalan demi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di masa mendatang.
Malam itu, suasana semakin meriah ketika Pak Atong turut memberikan saweran kepada para pengurus yang bernyanyi spontan.
Tawa dan tepuk tangan pecah, memperlihatkan kedekatan yang terjalin tanpa sekat.
Sejumlah pengurus MPKW Sumut-Aceh turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Veronika Sitanggang, Elisabeth Adolfina Komaesakh, Wati Simamora, Kasman Sembiring, Pdt. Herawati Barus, B. Purba, Pdt. Agus Sunaryo, Dewi dan Jadi Pane. Sementara Tongariodjo Angkasa didampingi jajaran pengurus dan pengawas Yayasan Thongs Berkah Mulia Abadi.
Di penghujung acara, Veronika Sitanggang yang juga Ketua PWKI Sumatera Utara menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Atong atas perhatian kepada para guru Kristen. Ia berharap dukungan serupa dapat kembali hadir pada tahun 2026 agar semakin banyak guru yang merasakan perhatian dan kasih dari sesama. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna