MEDAN PEDIA – Kementerian Agama memberlakukan kewajiban Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin . Ini menjadi instrumen penting untuk menjawab tantangan baru dalam kehidupan keluarga, termasuk meningkatnya keraguan generasi muda terhadap pernikahan: mental, ekonomi dan ketahanan keluarga.
“Menikah itu bukan hanya kesiapan administratif. Yang lebih penting adalah kesiapan mental, spiritual, dan bagaimana membangun harapan bersama dalam kehidupan rumah tangga,” ucap Kasi Bimas Islam Kemenag Deli Serdang, H.Mulia Banurea S.Ag, M.Si.
Fenomena seperti marriage is scary menunjukkan adanya kegelisahan generasi muda dalam memandang pernikahan.
Karena itu, Bimbingan Perkawinan harus mampu memberikan perspektif yang utuh, tidak hanya normatif, tetapi juga kontekstual sesuai realitas kehidupan.
Kesiapan menikah tidak cukup hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup kemampuan membangun relasi yang sehat, mengelola konflik, serta menjaga komunikasi dalam keluarga.
Hal ini menjadi faktor kunci dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
“Banyak pasangan tidak bercerai, tetapi kualitas keluarganya tidak baik. Ini yang harus kita perbaiki sejak awal, melalui pembekalan yang tepat kepada calon pengantin,” sambungnya.
Ia mendorong penghulu dan penyuluh untuk aktif melakukan pendekatan pascanikah sebagai bagian dari layanan KUA.
Pendekatan kepada generasi muda juga harus berubah.
Penyampaian materi Bimbingan Perkawinan perlu lebih komunikatif, fleksibel, dan relevan agar dapat diterima oleh generasi yang semakin rasional dan terbuka.
Melalui regulasi tersebut, setiap calon pengantin diwajibkan mengikuti bimbingan perkawinan sebagai syarat pencatatan nikah.
Kebijakan ini bertujuan memastikan pasangan memiliki kesiapan yang lebih komprehensif sebelum membangun keluarga.
Selain itu, Kemenag juga mengembangkan inovasi layanan seperti layanan bergerak (mobile service) dan layanan tanpa batas (borderless service) agar masyarakat lebih mudah mengakses bimbingan dan layanan keagamaan.
.
“Kita ingin KUA tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keluarga yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna