Rapat Komisi IV DPRD Medan membahas Contempo, 28 Juli 2026.

Warga Contempo jadi Korban Intimidasi Preman

MEDAN PEDIA – Warga Perumahan Contempo Regency, Kota Medan, membantah keras tuduhan yang beredar di media sosial terkait dugaan pemberian gratifikasi kepada Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim.

Mereka menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah keji yang mencederai perjuangan warga dalam mencari keadilan.

Bantahan itu disampaikan saat warga menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan di Komisi IV DPRD Kota Medan. Menurut mereka, selama ini warga justru berada dalam posisi sebagai pihak yang merasa dirugikan dan mengalami intimidasi.

Kuasa hukum warga, Tuseno, menegaskan bahwa seluruh tuduhan mengenai adanya upaya menghalang-halangi proses maupun pemberian gratifikasi kepada anggota dewan sama sekali tidak berdasar.

“Kami tegaskan, tuduhan bahwa kami menghalang-halangi, apalagi memberikan gratifikasi, sama sekali tidak benar dan sangat keji. Kami ini rakyat biasa yang merasa teraniaya dan terzolimi. Justru kami datang mengadukan nasib kepada wakil rakyat,” ujarnya.

Tuseno juga menilai langkah DPRD Kota Medan yang meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) menunda sementara rencana pembongkaran merupakan keputusan yang tepat.

Sebab, objek yang dipersoalkan masih dalam proses pembahasan melalui mekanisme pengaduan di DPRD.

“Kurang elok apabila persoalan yang masih berproses justru dipaksakan untuk dibongkar. Sikap DPRD yang meminta penundaan merupakan langkah yang wajar dan memiliki dasar,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan warga lainnya, Dedis, mengungkapkan adanya dugaan kepentingan tertentu di balik desakan pembongkaran rumah ibadah di kawasan Contempo Regency.

Ia bahkan mengaku warga sempat mengalami intimidasi.

“Faktanya, ada oknum berkepentingan yang membawa preman ke komplek kami untuk menyerang dan mengintimidasi warga. Karena itulah kami meminta perlindungan dan bantuan kepada wakil rakyat yang kami pilih,” katanya.

Baca Juga :  Trio PDIP 'Kuliti' Pemko Medan Demi Bela Warga Kompleks Contempo

Dedis juga menyayangkan adanya narasi di media sosial yang dinilai hanya menyudutkan figur tertentu di DPRD.

Menurutnya, persoalan tersebut turut mendapat perhatian dari sejumlah anggota dewan lintas partai.

“Kenapa opini digiring seolah hanya melibatkan figur tertentu? Padahal banyak anggota DPRD dari berbagai partai yang ikut mengawal persoalan yang kami hadapi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ahwat. Ia membantah tudingan bahwa perjuangan warga didukung oleh pihak-pihak berkepentingan atau pemodal tertentu.

“Kami ini hanya warga biasa. Saya bantah keras tuduhan yang menyebut kami ditunggangi atau didukung cukong. Itu tidak benar,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang menuding warga Perumahan Contempo Regency memberikan sesuatu kepada Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim.

Tuduhan tersebut dibantah tegas oleh warga yang menilai informasi itu sebagai fitnah dan tidak sesuai dengan fakta yang mereka alami. (MP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *