Mdnpedia.com – Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Landen Marbun, mengkritik kebijakan Wali Kota Medan Rico Waas terkait penataan pedagang daging babi.
Menurutnya seharusnya Rico Waas memprioritaskan isu keamanan, pendidikan dan pelayanan kesehatan khususnya di Medan Utara.
“Perang antar-lingkungan berlangsung hampir setiap hari di Belawan, keadaan ini membutuhkan perhatian serius bukan malah mengurus daging babi,” ucap Landen Marbun kepada Medan Pedia, 24 Februari 2026.
Ironisnya, kondisi di Belawan semakin parah karena mulai terjadi penjarahan ke permukiman.
Rumah warga dijarah di tengah suasana mencekam perang antar-gang dan kehilangan banyak harta mulai dari tabung gas, kipas angin, pagar besi, kasur, pakaian dan barang lainnya.
“Ini sudah terjadi bertahun-tahun, gonta-ganti kapolres dan Wali Kota namun suasana Belawan tetap mencekam,” sambung Landen Marbun.
Baca Juga : Erwin Nopiter Situmorang Ajak Rico Waas Berdialog
Sisi terpisah, Ketum GAMKI Sahat Marthin Philip Sinurat menemukan fakta yang berbeda dari peryataan Rico Waas yang tertuang dalam surat edaran larangan penjualan daging babi di tempat umum.
Dalam edaran itu, Rico melarang perdagangan daging babi karena masalah limbah dan kebersihan namun faktanya berbanding terbalik.
Sahat menjelaskan jika pedagang memotong dan membersihkan daging babi di Rumah Potong Hewan milik Pemko Medan dan menjadi penyumbang pedapatan asli daerah (PAD).
“Silakan Pak Wali Kota datang ke lokasi, cek ke sini. Saya melihat tidak ada limbah,” ucap Sahat Sinurat.
Pedagang daging babi bahkan jauh lebih bersih daripada pedagang ayam dan ikan.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua GAMKI Medan Boydo Panjaitan.
Boydo meminta Rico Waas menarik kembali surat edaran tersebut karena bisa memecah-belah masyarakat yang majemuk di Kota Medan.
Soal usulan memindahkan pedagang babi ke Pasar Sambu dengan tidak dibebankan retribusi juga dianggap bukan solusi yang menguntungkan kepada pedagang.
“Rata-rata pedagang sudah pernah berjualan di Pasar Sambu, mereka keluar dari pasar karena tidak ada pembeli,” kata Boydo.
Dalam dialog dengan pedagang daging babi, turut hadir Sekretaris DPD GAMKI Sumut Erwin Nopiter Situmorang dan puluhan pengurus GAMKI Medan. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna