Mdnpedia.com – Sekretaris DPD GAMKI Sumut, Erwin Nopiter Situmorang, meminta Wali Kota Medan Rico Waas tidak ‘berlindung’ di balik Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Ia menegaskan FKUB tidak ada hubungannya dengan terbitnya Surat Edaran Penataan Pedagang Daging Non-halal.
“Jangan memperkeruh suasana. Kalau membawa FKUB seolah kasus ini konflik antar-agama padahal konflik masyarakat dengan pemerintahnya,” ucap Erwin kepada redaksi Medan Pedia, 25 Februari 2026.
Erwin menilai masalah ini tidak akan membesar jika Rico Waas bersedia menarik surat edaran tersebut.
Pernyataan FKUB yang mendukung Wali Kota Medan tidak menyurutkan rencana aksi besar pada tanggal 26 Februari 2026, bahkan memperkeruh kondusifitas di Kota Medan.
“Ribuan orang termasuk kader GAMKI akan turun ke jalan. Medan untuk semua harus segera diimplementasikan,” sambungnya.
Erwin Nopiter Situmorang telah melakukan dialog dengan pedagang babi di Kecamatan Medan Kota.
Hasil cek lapangan, pedagang daging babi jauh lebih bersih daripada pedagang ayam dan ikan, sehingga isu lingkungan dan kesehatan yang tertuang dalam Surat Edaran tidak tepat.
“Mereka (pedagang) membuang limbah di Rumah Potong Hewan. Hanya lempengan daging yang diperdagangkan di lokasi. Berbeda dengan ayam dan ikan yang membelah perut di lapak,” ucapnya.
Hal yang sama juga diutaran Ketua GAMKI Medan Boydo Panjaitan.
Boydo menegaskan jika penataan pedagang bukan urusan FKUB.
Pemko Medan seharusnya mengundang pedagang daging babi daripada FKUB.
“Ini masalah ekonomi, kenapa ditarik ke FKUB? Seharusnya yang diundang ke Balai Kota itu pedagang, mereka yang berdampak langsung dengan surat edaran itu,” ucap Boydo Panjaitan.
Dukungan FKUB semakin memperkeruh kondisi di masyarakat.
Ia pun meminta FKUB turun ke lapangan, berdialog langsung dengan pedagang babi.
“Dengarkan keluhan mareka (pedagang). Jika mereka tidak berdagang yang dikhawatirkan bukan iman tapi siapa yang menyekolahkan anak-anak mereka,” sambungnya.
Disinggung soal pemindahan pedagang daging babi ke Pasar Petisah dan Sambu, Boydo Panjaitan sepenuhnya tidak setuju.
“Pasar-pasar itu seperti kuburan, siapa yang mau beli? sekalipun gratis lokasi itu tetap tidak layak,” tegasnya (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna