Breaking News

Ustaz Ingah Maulana: Ada Bandar Narkoba Bangun Mesjid di Belawan!

Mdnpedia.com – Suasana rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Sumut berlangsung tegang, 5 Maret 2026.

Tokoh Agama Ustaz Ingah Maulana berani mengungkap lima nama bandar narkoba yang membuat suasana Belawan tidak kondusif selama bertahun-tahun.

“Saya saja bisa mengenal mereka, apalagi Polisi. Kami bukan jaringan bawah tanah tapi dari jemaah,” ucap Ingah dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga didampingi Landen Marbun.

Bandar berinisial SU dianggap sosok yang paling licin.

“Jangan bilang kalau SU di Malaysia. Saya baru melihat dia pakai mobil,” tutur Ustaz Ingah memotong penjelasan perwakilan BNN.

Bandar lain yakni seorang wanita berinisial AY yang biasanya beraksi di Kawasan Jalan Belanak.

Ada juga IG yang beraksi di kawasan Jalan Kolam. Terakhir dua bandar berinisial AG dan IY.

Tak cuma sekadar mengetahui nama bandar, Ustaz Ingah Maulana bahkan menjelaskan SU menutupi kedoknya dengan membangun masjid dan bersedekah kepada masyarakat sekitar rumah.

“Kami bisa tunjukan rumahnya. Sekarang bapak mau atau tidak menangkapnya? Kami bisa jihad,” tegas Ingah membuat Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi tak bisa berkata-kata.

Mendengar penjelasan Ustaz Ingah Maulana, Ihwan Ritonga dan Landen Marbun meminta Polres Belawan dan BNN membentuk tim

Ihwan bahkan meminta TNI AL memantau aktivitas di perairan Belawan.

“Saya juga meminta kepada perwakilan bapak TNI AL, tolong lebih maksimal lagi. Takutnya di darat ribut, rupanya di laut ada main,” ucap Ihwan mengakhiri.

Rapor Merah

Warga bernama Bangkit Sutrisno turut membongkar ‘rapor merah’ Polres Belawan.

Sutrisno menyebut jika Kabag Ops Polres Belawan, Kompol Jan Piter Napitupulu, menyerah menangani kasus tawuran dan penjarahan rumah warga.

“Kabag Ops mengatakan kalau mereka tidak dipersenjatai lagi. Sontak kami kaget, tentunya kami resah, dan takut,” kata Sutrisno.

Mendengar hal itu, Kapolres Belawan, AKBP Rosef Efendi, menyampaikan permohonan maaf sekaligus membantah isu pelucutan senjata.

“Anggota saya salah. Seharusnya itu konsumsi internal. Kami tetap dipersenjatai tetapi tidak semua masalah harus diselesaikan dengan senjata,” ucapnya. (MP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *