Orkes Melayu asal Medan, Lebah Begantong, berfoto bersama Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan HUT Ke-28 PAN di JCC Jakarta Pusat, 18 September 2026.

Mengenal Orkes Melayu Lebah Begantong

MEDAN PEDIA – Orkes Melayu asal Medan, Lebah Begantong, sukses mencuri perhatian Presiden Prabowo Subianto saat tampil dalam perayaan HUT Ke-28 PAN di JCC Jakarta Pusat, 18 September 2026.

Lantunan pantun Lebah Begantong bahkan memuncaki fyp (for you page) banyak media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Medan Pedia, grup ini berawal dari gerakan Boemi Poetera yang dipelopori Tengku Zainuddin.

Mereka dikenal dengan jargon ‘Ikuti Zamanmu, Jangan Tinggalkan Budayamu’.

Grup ini dibentuk tahun 2017 dengan personel awal 10 orang dari beragam latar namun dipersatukan karena kecintaan dengan budaya Melayu.

Personel awal terdiri dari Najibullah Al Maidani Lubis, Eva Gusmala Yanti, Muhammad Sadikin, Fahri Azwar Situmorang sebagai vokalis.

Selanjutnya, posisi musik yakni Zainal Arifin Nasution pada gitar, Kiki Citra Asmara pada keyboard, Muhammad Rizwan pada biola, Muhammad Kholidi pada pak pong, Angki Chamaro Siahaan pada drum, dan Jamaluddin pada akordion.

Lebah Begantong tampil dengan pantun yang jenaka. Pantun tersebut menjadi hiburan mahal, sekaligus media penyampaian pesan.

Grup ini kerap tampil di panggung besar, termasuk penutupan PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Sekaligus sebagai bukti seni Melayu memiliki eksistensi di tengah publik. (MP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *