Mdnpedia.com – Universitas Sumatera Utara (USU) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat skema EQUITY yang dilaksanakan di Desa Narumonda III, Kabupaten Toba.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) pengembangan model ekonomi berkelanjutan melalui inovasi pupuk pelengkap cair, sebagai hasil diseminasi riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Rikson Asman Fertiles Siburian, S.Si., M.Si., Ph.D, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai sosialisasi, tetapi sebagai proses ilmiah berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
“Pengabdian ini merupakan hilirisasi hasil penelitian kami. Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan di kampus benar-benar dapat dipahami, diterapkan, dan memberi manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.
Sebelum kegiatan inti dilaksanakan, tim pengabdian terlebih dahulu melakukan pre-test dan pengisian kuesioner kepada para petani.
Langkah ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal petani terkait penggunaan pupuk pelengkap cair serta praktik pemupukan yang selama ini dilakukan.
Data tersebut menjadi dasar penyusunan materi dan pendekatan diskusi yang lebih kontekstual.
Dalam FGD, tim pengabdian yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. Kerista Tarigan, M.Eng.Sc., Tulus Joseph Herianto, S.Si., M.Si., Andrew Satria Lubis, S.E., M.Si., dan Jonathan Liviera Marpaung, S.Si., M.Si., memaparkan konsep pupuk pelengkap cair sebagai solusi peningkatan efisiensi pertanian yang ramah lingkungan.
Inovasi ini dikembangkan untuk menekan biaya produksi, memperbaiki kualitas tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan.
Kepala Desa Narumonda III Januar Marpaung menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai pendekatan yang dilakukan USU sangat relevan dengan kondisi masyarakat desa.
“Kami merasa dilibatkan sejak awal. Bukan hanya diberi materi, tetapi diajak berdiskusi dan memahami solusi yang sesuai dengan kebutuhan petani di sini,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga melibatkan CV Tabita Jaya sebagai mitra industri yang berperan dalam mendukung diseminasi teknologi dan rencana pendampingan lanjutan.
Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mendorong ekonomi desa berbasis inovasi.
Selain dosen dan mitra industri, kegiatan pengabdian ini turut dibantu oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara, yang berperan dalam pendampingan lapangan, pengumpulan data pre-test dan kuesioner, serta dokumentasi kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual sekaligus implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi petani, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui efisiensi penggunaan pupuk, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Salah seorang petani peserta FGD menyampaikan optimismenya terhadap inovasi yang diperkenalkan.
“Selama ini kami hanya ikut kebiasaan lama. Dari kegiatan ini kami jadi lebih paham cara pemupukan yang lebih hemat dan tidak merusak tanah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, USU menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga aktif mendiseminasikan dan memastikan hasil penelitian memberi dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. (Adv)
Disclaimer
Tulisan ini adalah advetorial, bukan hasil riset redaksi Mdnpedia.com – Medan Pedia.
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna