Mdnpedia.com – Laga Persija VS Persib batal diselenggarakan di Jakarta, panitia memindahkan pertandingan ke Samarinda, Kalimantan Timur, tanggal 10 Mei 2026.
Pemindahan ini membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kecewa, namun ia tidak mau berspekulasi terkait alasan pemindahan El Clasico Indonesia.
Laga Persija VS Persib tak cuma adu gengsi, ini adalah laga terpanas di kancah sepakbola Indonesia.
Rivalitas keduanya berakar dari era kolonoial, sekitar tahun 1930-an.
Persija masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacarta (VIJ) dan Persib bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB).
Sejarah mencatat, awal laga panas VIJ dan BIVB terjadi pada Final Perserikatan tahun 1931. VIJ menjadi juara.
Gengsi pertandingan tiap tahun meningkat. Medio 1930-1970 keduanya bergantian menjuarai liga perserikatan. Kala itu tim lain yang mampu bersaing hanya PSM Makassar, PSMS Medan dan Persebaya Surabaya.
Tensi panas tak cuma di lapangan hijau. Jakmania dan Bobotoh tumpah ruah, bentrokan maut pun tak bisa dihindari.
Suasana mencekam jelang laga membuat laga Persija VS Persib beberapa kali ditunda.
Liga Indonesia 2025, Persib memilih walk out daripada bertanding di Stadion Lebak Bulus. Puluhan ribu Jakmania padati stadion hingga ke pinggir lapangan dan menganjam keselamatan pemain dan official tim.
Potret lainnya saat Indonesia Super League tahun 2013. Pemain Persija harus diangkut menggunakan Barracuda Polri dari Stadion Si Jalak Harupat karena kehadiran puluhan ribu Bobotoh.
Duel kedua tim memang selalu ditungu-tunggu. Laga ini harus diingat sebagai pertandingan penuh sejarah bukan ‘pertandingan berdarah’. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna