Mdnpedia.com – Tragedi maut yang menewaskan 16 penumpang di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada 6 Mei 2026, kembali menyorot nama besar ALS (Antar Lintas Sumatra).
Di tengah desakan publik agar pemerintah mengevaluasi operasional perusahaan tersebut, ALS tetap dikenang sebagai salah satu legenda transportasi darat Indonesia.
Sejarah ALS
Perusahaan otobus ini didirikan oleh H Sati Lubis di Kotanopan, Mandailing Natal, pada 29 September 1966.
Dalam perjalanannya, ia dibantu oleh sejumlah tokoh seperti Nursewan, Jasanti, Jagu Lembang, Muhammad Arif, dan Hanafiah.
Pada masa awal berdiri, ALS belum fokus mengangkut penumpang. Perusahaan ini lebih dahulu bergerak di bidang angkutan barang dan hasil bumi yang menghubungkan berbagai daerah di Sumatera.
Baru pada tahun 1970, ALS mulai mengoperasikan bus penumpang dengan rute antar-kota di Pulau Sumatera.
Nama ALS kemudian tumbuh menjadi simbol perjalanan jarak jauh.
Di era ketika jalur darat masih penuh tantangan, armada bus ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Sumatera.
Memasuki dekade 1980-an, perkembangan kapal penyeberangan yang mampu mengangkut kendaraan besar membuka peluang baru bagi ALS.
Perusahaan ini mulai memperluas rute hingga ke Pulau Jawa, menjadikannya salah satu operator bus lintas pulau terbesar di Indonesia pada masanya.
Pada awal operasional, ALS menggunakan armada Chevrolet C50 yang terkenal tangguh di medan panjang Sumatera.
Seiring perkembangan zaman, armadanya bertransformasi menggunakan bus-bus modern berbasis Mercedes-Benz.
Perusahaan ini kemudian memindahkan kantor pusatnya dari Kotanopan ke Kota Medan, Sumatera Utara.
Dari kota tersebut, ALS terus berkembang dan mempertahankan eksistensinya hingga kini.
Selama puluhan tahun, ALS dikenal luas dengan julukan “raja jalanan”.
Julukan itu lahir karena luasnya jaringan trayek yang dimiliki serta kemampuannya menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Sumatera hingga Jawa.
Bagi banyak orang, ALS bukan hanya alat transportasi, melainkan bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia.
Dari cerita perantauan, perjalanan mudik, hingga kisah perjuangan ekonomi, bus ini telah menjadi saksi perjalanan lintas generasi.
Kini, di tengah sorotan akibat tragedi yang terjadi, sejarah panjang ALS tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan transportasi darat nasional. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna