MEDAN PEDIA – Ratusan mahasiswa dan pemuda lintas-organisasi menghadiri Seminar 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di Le Polonia Hotel Medan, 27 Juli 2026.
Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim, mengundang Masinton Pasaribu untuk menjadi pemateri dalam acara ini.
“Pak Mashinton merasakan dan saksi Persitiwa Kuda Tuli,” ucap Hasyim dalam kata sambutan di hadapan 200 pemuda/i.
Kudatuli 1996 adalah simbol perlawanan PDI atas pembungkaman dan kekerasan oleh pemerintah Orde Baru.
Hasyim menjelaskan jika peristiwa tersebut bukan sekadar sejarah kelam.
Kudatuli adalah simbol perlawanan atas pembungkaman demokrasi.
“Bukti keberanian dan semangat yang tidak pernah padam. Memastikan demokrasi tidak dibajak oleh elit,” sambungnya.
Peristiwa kelam Kudatuli 1996 adalah peristiwa penyerangan Kantor Pusat PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, dipicu dualisme kepengurusan PDI.
Saat itu Megawati Soekarnoputri dikudeta oleh Soerjadi atas bantuan Pemerintahan Orde Baru dan militer.
Loyalis Megawati memilih mempertahankan Kantor Pusat PDI hingga mendapat serangan oleh pendukung Soerjadi yang jumlahnya empat kali lebih besar daripada jumlah pendukung Megawati.
Aparat juga membantu Soerjadi dengan menangkapi loyalis Megawati.
Bentrokan berdarah tak terhindari.
Lima orang meninggal dunia dan ratusan luka-luka akibat peristiwa ini. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna