MEDAN PEDIA – Safrie, tukang bangunan di Helvetia, tidak bisa bekerja karena kelangkaan semen. Ia terpaksa pulang tanpa mendapat upah.
Kelangkaan semen sejak Mei 2026 membuat masyarakat kehilangan pekerjaan dan laju pembangunan melambat.
Hal ini terjadi untuk semua merek: Merah Putih, Merdeka, Semen Padang dan lainnya. Harganya pun naik hingga 40 – 50 persen.
“Dulu Semen Padang Rp 60 ribu sekarang sudah Rp 85 ribu. Kalau Merah Putih dari harga Rp 50 ribu jadi Rp 70 ribu,” ucap pengusaha panglong, Boydo HK Panjaitan, di Jalan HM. Joni, Kota Medan.
Boydo menceritakan saat ini distributor membatasi pembelian semen hanya 150 sak per pembelian.
“Pernah berhari-hari kosong, tidak ada omset jualan,” ucapnya.
Ia tak mengetahui detail penyebab kelangkaan semen, namun penjelasan distributor karena masalah transportasi di pelabuhan. Bahkan beredar juga isu kenaikan harga bahan baku produksi.
Sisi terpisah, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Landen Marbun, meminta Pemprov Sumut mengecek penyebab pasti kelangkaan semen.
Ia yakin ada masalah besar di sektor logistik, mulai dari bahan bakar minyak hingga proses bongkar-muat di pelabuhan.
“Pemerintah harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat, jangan biarkan ini berlarut-larut,” ucap Landen.
Politisi PDIP ini turut meminta aparat hukum mengawasi bongkar-muat di pelabuhan, karena beredar isu jika kondisi diperparah oleh mafia.
Pengusaha yang sanggup membayar lebih diprioritaskan di tengah antrean yang ‘mengular’.
“Ada isu calo di pelabuhan, tangkap pihak yang memanfaatkan kondisi ini untuk memperoleh keuntungan besar, termasuk jika ada bukti penimbunan semen,” tambahnya.
Penyebab Kelangkaan
Komisi Pengawas Persaingan Usasa (KPPU) Kanwil I Medan telah melakukan FGD dengan produsen, distributor dan pelaku usaha konstruksi tanggal 13 Agustis 2026.
Kepala KPPU Medan, Ridho Pamungkas menjelaskan, dalam kondisi persaingan yang sehat, kelangkaan satu merek seharusnya membuat konsumen beralih ke merek lain. Namun, semua merek semen mengalami kelangkaan secara bersamaan.
Dalam pertemuan ini, sejumlah produsen menyampaikan permasalahan yang mempengaruhi stok produk.
Indocement menyebut terdapat kendala pengiriman melalui jalur laut dari Pulau Jawa ke Sumut, termasuk melalui Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan.
Sementara itu, Semen Indonesia Group (SIG) mengalami lonjakan penjualan sebesar 16 persen sebagai dampak pemulihan pascabencana Aceh. Namun, peningkatan penjualan tersebut diikuti hambatan produksi akibat kelangkaan batu bara.
Untuk Semen Merah Putih, gangguan mesin pabrik serta hambatan distribusi akibat antrean panjang BBM jenis solar turut memengaruhi ketersediaan produk. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna