MEDAN PEDIA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan seluruh kader: Anggota DPR RI, DPRD Provinsi/ Kabupaten/ Kota dan para kepala daerah, melakukan aksi cepat tanggap dengan mengerahkan relawan kesehatan, membuka dapur umum, dan melakukan mitigasi di daerah bencana.
Hal ini dipertegas Megawati di tengah bencana alam Indonesia yang terjadi secara berturut-turut.
Setelah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda gempa bumi, Indonesia menghadapi kebakaran hutan akibat ulah manusia.
Terbaru, Indonesia dihadapkan pada erupsi gunung berapi serentak.
Dari Sumatera Utara (Sumut) Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, berstatus Level III (Siaga) pada Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB. Asap kawah terlihat berwarna putih dengan intensitas tinggi 300-500 meter di atas puncak kawah.
Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda), erupsi menerus sejak Jumat malam (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026), menimbulkan sebaran abu vulkanik yang menjangkau enam provinsi termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta berdampak pada penutupan sejumlah bandara.
Gunung Semeru (Jawa Timur), mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak dan berstatus Level III (Siaga).
Gunung Illi Lewotolok (Nusa Tenggara Timur), mengalami letusan terkuat pada Minggu (6/9/2026) pukul 06.41 WITA dengan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak.
Gunung Ibu (Maluku Utara), mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pukul 04.55 WIT dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.
Megawati menegaskan di tengah bencana alam Indonesia, negara membutuhkan kondisi politik yang sejuk, dan mengharuskan seluruh anak bangsa guyub dan bergotong royong.
Ia memeritahkan seluruh struktur PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga daerah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Meminta seluruh kader selalu hadir di tengah masyarakat
Sisi terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, meneruskan instruksi Megawati kepada Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu.
Rapidin meminta agar Masinton tetap fokus pada tugas pemulihan Tapteng pasca bencana. Rapidin juga menginstruksikan kepada seluruh kader PDI Perjuangan di Tapteng untuk membantu Masinton dalam tugas pemulihan Tapteng.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Rapidin Simbolon kepada seluruh Pimpinan DPRD (Ketua/Wakil Ketua) di Kabupaten/ Kota masing- masing agar memelihara situasi politik yang kondusif demi keselamatan rakyat.
Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen diminta dapat bekerjasama dengan Walikota Medan, Rico Waas, meski dalam Pilkada serentak tahun 2024 berbeda. Wong Chun Sen diminta menjaga stabilitas politik kota Medan.
PDI Perjuangan tidak boleh terlibat dalam gerakan politik yang mengganggu Walikota Medan dalam menjalankan tugasnya. Bahkan jika ada gerakan politik pemakzulan Walikota Medan, PDI Perjuangan tidak boleh terlibat.
Instruksi Rapidin Simbolon juga berlaku kepada Ketua DPRD Karo, Iriani Tarigan, agar menjaga stabilitas politik di Karo. Tidak boleh ada gerakan politik PDI Perjuangan untuk mengganggu Bupati Karo, meski saat Pilkada serentak tahun 2024 menjadi lawan politik.
Bupati Karo didukung sepanjang bekerja untuk rakyat. PDI Perjuangan tidak boleh terlibat dalam gerakan politik pemakzulan Bupati Karo.
Hal yang sama juga berlaku bagi Ketua DPRD Tapanuli Utara (Taput) dalam hubungan politiknya dengan Bupati Taput, meski menjadi lawan politik di Pilkada serentak tahun 2024. Demikian juga dengan Ketua DPRD Kota Pematang Siantar terhadap Walikota yang menjadi lawan politik PDI Perjuangan di Pilkada serentak tahun 2024.
Dalam situasi bangsa Indonesia menghadapi berbagai bencana alam, PDI Perjuangan tidak akan memulai kegaduhan politik, sekalipun sumber daya partai cukup untuk melakukannya. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna