Duduk di Seng Hap tak sekadar memanjakan lidah, tetapi berwisata dan merasakan keindahan arsitektur modern yang sudah ada 145 tahun lalu.
MEDAN PEDIA – Gedung Seng Hap sudah terbengkalai sejak 1970’an. Dipagari seng dan tidak boleh diubah bentuk setelah ditetapkan sebagai Cagar Budaya.
Namanya memang tak selegendaris Tip Top. Namun faktanya, lokasi ini adalah perbelanjaan Cina pertama, bahkan sebelum dibukanya jalan Kesawan.
Tahun 1881, Tan Tang Ho membangun Seng Hap dengan bahan kayu. Bangunan ini pernah terbakar dan dibangun dengan stuktur permanen tahun 1900.
Tempat ini terkenal menjual barang mewah dan tidak umum pada zamannya: boorenkool, makanan tradisional Belanda yang biasa dikonsumsi saat musim dingin, jenever sebagai arak tradisional Belanda, hingga sepeda merek Fongers.
Tan Tang Ho meninggal dunia tahun 1918, usaha dilanjutkan oleh putranya, Tan Boen An.
Pada tahun yang sama Tan Boen An mencapai puncak karir. Ia menggantikan Tjong Afie sebagai dewan kota mewakili masyarakat Tionghoa tanggal 16 Juli 1918.
Secara arsitektural, bangunan ini bergaya neo klasik dengan delapan buah pilar tipe new Corinthian yang masih terlihat kokoh pada fasade depan.
Struktur bangunan menggunakan konstruksi batu bata dengan balok lantai dari kayu, sesuai teknologi bangunan pada masanya. Seiring waktu, terjadi beberapa perubahan pada fasade, seperti penambahan bukaan pada bagian pedimen dan penggunaan material kaca di bagian depan.
Tahun 2026, bangunan ini kembali beroperasi dengan memperdagangkan produk UMKM. Kehadirannya disambut positif masyarakat Kota Medan. Pengunjung sangat ramai. Ini membuktikan jika balutan kolonial bernilai ekonomi tinggi. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna