MEDAN PEDIA – Lima guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) dikukuhkan di Gelanggang Mahasiswa, 4 Agustus 2026.
USU kini memiliki 232 orang guru besar aktif.
Rektor USU, Prof. Muryanto Amin, menegaskan ini adalah pencapaian penting, sekaligus modal strategis memperkuat peran USU sebagai institusi pendidikan.
“Alhamdulillah, ini buka seremoni akademik. USU telah memiliki 232 guru besar aktif, termasuk lima guru besar yang dikukuhkan pada hari ini,” ujar Muryanto Amin.
Ia menegaskan, momentum ini menjadi refleksi atas tantangan global yang semakin kompleks.
Muryanto menambahkan, kontribusi guru besar dalam menghasilkan solusi berbasis keilmuan menjadi salah satu indikator utama yang menentukan reputasi sebuah perguruan tinggi.
“Keilmuan yang dimiliki seorang guru besar tidak lagi hanya berada pada tataran filosofi yang bersifat abstrak, tetapi harus berkembang pada ranah aksiologi atau terapan. Temuan-temuan yang lebih konkret sangat diperlukan agar pemikiran akademik dapat diadopsi dalam pengambilan keputusan yang berdampak nyata,” sambungnya.
Daftar lima guru besar Universitas Sumatera Utara yang dikukuhkan:
- Prof. Susilawati dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
- Prof. Evi Karota Bukit dari Fakultas Keperawatan (FKEP)
- Prof. Mazdalifah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),
- Prof. Putri Chairani Eyanoer dari Fakultas Kedokteran (FK), dan
- Prof. Rusdi Noor Rosa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Kebijakan Strategis
Universitas Sumatera Utara (USU) telah menetapkan arah kebijakan strategis periode 2026–2031 yang berfokus pada lima pilar utama sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas dan memperluas kontribusi dalam memberi solusi pembangunan nasional.
Prof Muryanto Amin mengatakan, pilar pertama adalah penguatan tata kelola adaptif yang menjadi fondasi agar universitas memiliki sistem manajemen yang responsif terhadap perubahan.
Kemudian pengembangan Tri Dharma-driven university menempatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai penggerak utama seluruh aktivitas institusi.
Selanjutnya digitalisasi dan pengembangan smart campus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan akademik.
Penguatan enterprise dan endowment fund menjadi langkah strategis menuju kemandirian pendanaan.
Sementara itu, internasionalisasi dan penguatan global branding dilakukan untuk memperluas jejaring serta meningkatkan reputasi Universitas Sumatera Utara di tingkat global.
“Kelima pilar itu dirancang saling terhubung dan tidak dapat dijalankan secara terpisah. Tri Dharma harus menjadi core engine yang menggerakkan seluruh aktivitas kampus,” katanya. (MP-01)
MdnPedia.com Beri Pesan, Kesan dan Warna