Renovasi Rp 3 Miliar Chapel USU dengan Tangan Besi

MEDAN PEDIA – Pdt Gloria Balle menentang renovasi Chapel USU.

Ia menangis melihat gedung Chapel didatangi banyak orang, mimbar dan kursi diangkut.

Barang pribadi Pdt Gloria juga diambil.

10 Agustus 2026, Chapel USU sudah sepenuhnya kosong oleh ‘tangan besi’ rektorat.

Pro dan kontra terjadi di tengah publik.

Apakah sikap USU layak dibenarkan?

Permasalahan Chapel USU bukan konflik antar-agama, ini murni konflik internal antara pihak yang setuju dan tidak setuju renovasi gedung.

Gedung Chapel pernah direnovasi tahun 2015.

Tahun 2026, dana Rp 3 miliar akan dipergunakan untuk penambahan fasilitas kerohanian, working station, serta mitigasi ancaman banjir tahunan.

Sebelum melakukan pengosongan, USU telah melayangkan surat permohonan pengosongan sebanyak tiga kali pada tanggal 11 Mei 2026, 21 Mei 2026 dan 5 Juni 2026.

Ketiga surat tersebut ditandatangani Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur dan Bisnis, Muhammad Anggia Muchtar.

Renovasi ditolak Pdt Gloria.

Ia nekat membongkar seng proyek hingga berujung persoalan hukum dan membuat rencana renovasi semakin kusut.

Permasalahan ini menjadi isu nasional.

Tanggal 2 Agustus 2026, Staff Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, mendatangi Chapel USU.

Gugun menyarankan USU menunda renovasi sebelum terjadi kesepakatan damai.

Namun USU mengabaikan saran tersebut.

USU punya jalan sendiri, memilih pengosongan paksa tanggal 10 Agustus 2026.

‘Tangan Besi’ USU viral di linimasa media sosial.

Pdt Gloria Balle menangis melihat altar telah kosong.

Ia bersujud dan berdoa, “Kami tidak bisa membela rumah-Mu ya, Tuhan.

Sementara waktu, lokasi ibadah Chapel USU dipindahkan ke Student Center USU. (MP-01)

Baca Juga :  USU Diseminasikan Hasil Riset Pupuk Cair Berbasis SDGs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *